1


Oleh: Rosadi Alibasa, Direktur Shakira Group Company (Bandung, Purwakarta, Karawang, Bekasi)

BAPAK yang sudah renta itu mondar-mandir gelisah di tengah rumah. Anak pertamanya sudah enam bulan setelah mengecap kelulusan di fakultas pertanian di salah satu universitas negeri, belum kunjung jua mendapatkan kerja. Kesehatan bapak tua itu sudah tertelan usia dan hanya anak pertama ini yang bisa menjadi tumpuan membantu ketiga adiknya bersekolah.

Keringat yang diperasnya untuk biaya kuliah dengan berjualan sayur di pasar dirasakan tidak membuahkan apa-apa. Anak kesayangannya hanya menjadi pengangguran sukarela. Pengangguran atas pilihannya sendiri. Bekerja dengan upah rendah tidak mau diterimanya sebab tidur di rumah lebih baik daripada bekerja dengan upah kecil, pikirnya.

Dengan gusar dan sedikit memaksa, bapak itu berkata pada anaknya suatu kali, “Besok pagi jam dua kamu harus pergi jualan sayur, menggantikan Bapak di pasar.”

Si anak mengernyit, ia segera berujar, “Saya malu, Pak. Saya insinyur pertanian, mengapa harus jualan sayur di pasar?”

“Apa orang di pasar mengenal kamu dan peduli sama kamu kalau kamu seorang insinyur?”

Anaknya tertunduk diam tidak mampu memberikan jawaban.

Di pagi buta, akhirnya anak itu terpaksa menggantikan bapaknya jualan di pasar. Ketika berjualan dia merasa tidak ada yang memperhatikan dia. Tidak ada yang peduli bahwa dia seorang insinyur. Semua sibuk dengan aktivitas berjual dan membeli. Si anak pun akhirnya larut membaur.

Dengan pengetahuannya yang dimiliki sebagai insinyur pertanian, dia menjajakan sayur dan ketika menjualnya dia menerangkan tentang kandungan-kandungan gizi dan vitamin di dalam sayur.

Ketika pulang dari pasar, bapaknya bertanya, “Apa ada yang peduli sama kamu bahwa kamu seorang insinyur?”

Si anak menggeleng.

“Apa ada yang menghina kamu jualan sayur sebab kamu bergelar insinyur?”

Si anak kembali menggeleng.

“Bagus. Sekarang kamu sudah belajar, Nak. Teruskan dan abaikan rasa sombong dalam dirimu.”

Karena didukung pendidikan dan pengetahuan tentang sayur-mayur, akhirnya jualan sayurnya menjadi yang paling laku di pasar. Setahun kemudian dia telah menjadi pengusaha sayur terkenal.

Pengangguran itu pilihan bukan nasib, jadi bekerjalah semampu kita dan kita akan menjadi orang terhormat. []

sumber : http://www.islampos.com/pengangguran-itu-pilihan-bukan-nasib-75506/

Posting Komentar

  1. kesaksian nyata dan kabar baik !!!

    Nama saya mohammad, saya baru saja menerima pinjaman saya dan telah dipindahkan ke rekening bank saya, beberapa hari yang lalu saya melamar ke Perusahaan Pinjaman Dangote melalui Lady Jane (Ladyjanealice@gmail.com), saya bertanya kepada Lady jane tentang persyaratan Dangote Loan Perusahaan dan wanita jane mengatakan kepada saya bahwa jika saya memiliki semua persyarataan bahwa pinjaman saya akan ditransfer kepada saya tanpa penundaan

    Dan percayalah sekarang karena pinjaman rp11milyar saya dengan tingkat bunga 2% untuk bisnis Tambang Batubara saya baru saja disetujui dan dipindahkan ke akun saya, ini adalah mimpi yang akan datang, saya berjanji kepada Lady jane bahwa saya akan mengatakan kepada dunia apakah ini benar? dan saya akan memberitahu dunia sekarang karena ini benar

    Anda tidak perlu membayar biayaa pendaftaran, biaya lisensi, mematuhi Perusahaan Pinjaman Dangote dan Anda akan mendapatkan pinjaman Anda

    untuk lebih jelasnya hubungi saya via email: mahammadismali234@gmail.comdan hubungi Dangote Loan Company untuk pinjaman Anda sekarang melalui email Dangotegrouploandepartment@gmail.com

    BalasHapus

 
Top